Kontinuitas Dalam Beramal

Kontinuitas Dalam Beramal

Nabi Muhammad SAW adalah seorang hamba Allah SWT yang bila mengerjakan suatu kebaikan, beliau teguh pendirian dalam melaksanakannya. Artinya, sekali beliau menetapkan untuk mengerjakan kebaikan tertentu, maka kebaikan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan yang dikerjakannya terus-menerus.

Sehingga isteri beliau Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, “Bila Rasulullah melakukan suatu amal perbuatan, maka beliau teguh pendirian. Dan bila ia tertidur sepanjang malam atau ia sedang sakit, maka ia akan shalat (sunnah) di siang hari dua belas rakaat.” (HR. Muslim)

Jadi, teladan kita Nabi Muhammad SAW telah memberi contoh, betapa beliau sangat peduli untuk kontinu dalam beramal. Beliau tidak mengenal kebiasaan beramal musiman. Sekali bertekad untuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan terus mengerjakannya. Kalaupun ada halangan untuk mengerjakannya, maka ia akan berusaha menggantinya di
waktu lain.

Nabi SAW bahkan pernah menyatakan, bahwa perbuatan yang sedikit asal dikerjakan secara kontinu terus-menerus lebih disukai Allah daripada perbuatan yang banyak namun karena berat akhirnya hanya dikerjakan secara musiman saja. Ketika musimnya sedang semangat ia akan mengerjakannya. Namun ketika musimnya sedang lesu, maka ia akan tinggalkan perbuatan tersebut.

Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.” (HR. Abu Dawud).(*)

download.