CARA BAYAR UTANG PUASA BAGI ORANG YANG SAKIT

Assalamu\'alaikum Wr. Wb. Yang terhormat Prof Faishal Haq. Saya punya kakak laki-laki berusia 53 tahun. Seminggu sebelum Ramadhan kemarin, kakak diopname karena terkena gejala stroke ringan. Masuk bulan puasa Ramadhan ini, dia tidak berpuasa. Sebab, kakak saya sedang menjalani terapi di rumahnya.
Nah, pertanyaan saya:
1.    Apakah memang boleh kakak saya tidak berpuasa pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, karena dia belum sembuh total atau masih menjalani terapi?
2.    Apakah sekarang kakak saya harus membayar fidyah untuk mengganti puasa yang dia tinggalkan itu?
3.    Ataukah kakak saya langsung meng-qadha puasanya setelah sembuh nanti atau setelah mampu berpuasa tanpa membayar fidyah?
Demikian pertanyaan saya, dan atas jawaban Prof Faishal Haq saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Wassalam,
Pak Halim.-
Jawaban Prof Faishal Haq
Wa\'alaikumussalam, Wr. Wb. Pak Halim yang saya hormati, orang yang sedang sakit di bulan Ramadhan itu diperbolehkan untuk berbuka (tidak berpuasa), tetapi wajib mengganti puasa yang ditinggalkan itu di hari-hari yang lain, sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah (2) ayat 184: \"... Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain...\".
Jika ada kemungkinan besar, ia akan sembuh, maka tidak perlu membayar fidyah, sebab ia masih mampu berpuasa di hari-hari yang lain. Jika diperkirakan nantinya tetap tidak akan mampu berpuasa, maka ia wajib membayar fidyah saja, yaitu memberi makan seorang miskin setiap harinya, seperti yang tercantum dalam surah al-Baqarah (2) ayat 184: \"... Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin...\"
Jika ia sudah sembuh dari sakitnya dan mampu berpuasa, maka ia cukup mengganti puasanya, tanpa harus membayar fidyah, karena fidyah itu untuk mereka yang tidak mampu berpuasa, sedangkan bagi mereka yang mampu berpuasa, maka wajib baginya berpuasa, sebagaimana yang diterangkan dalam surah al-Baqarah (2) ayat 185: \"... Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain ...\".    
Jadi jelaslah bahwa kewajiban membayar fidyah itu bagi yang tidak mampu melaksanakan puasa, sedangkan bagi yang mampu wajib mengganti dengan berpuasa.   

Comments