Iswa Izza Maulidsa - Si Pendiam Dari Sanggar Genius, Masuk Nominasi AIMO 2018 Thailand

Iswa Izza Maulidsa - Si Pendiam Dari Sanggar Genius,  Masuk Nominasi AIMO 2018 Thailand

Bagi sebagian siswa, matematika masih menjadi momok pelajaran yang sulit ditaklukan. Iswa Izza Maulidsa justru menggandrunginya, itu mengantarkannya meraih sejumlah prestasi bergengsi.

Gadis yang akrab disapa Iswa, lahir pada tanggal 20 April 2005 di desa Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini pendiam namun rajin dan penurut sama orang tua. Ketika umur 3 tahun, bapaknya meninggal karena sakit gagal ginjal. Karena keterbatasan ekonomi, adiknya yang berusia 5 tahun diadopsi. Iswa hidup bertiga dengan ibu dan kakaknya dengan berpindah-pindah tempat karena tidak mempunyai tempat tinggal.  Akhirnya setelah kakaknya lulus dari tingkat sekolah dasar, kakaknya diadopsi dan tinggal di Balong, Ponorogo Selatan. 

Hanya Iswa yang tinggal bersama ibunya (Muji). Mereka berdua tinggal di rumah majikan. Muji harus mencari uang yang lebih untuk membayar hutang, untuk biaya cuci darah mendiang suaminya yang meninggal dunia. Hutang tersebut tidak hanya satu tempat, ada di rentenir, bank, koperasi, dan lain sebagainya.

Karena banyaknya hutang, Muji berinisiati untuk membayar hutangnya dengan tenaga. Yaitu dengan cara bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan upah Rp 250.000,- per bulan. 

Satu tahun yang lalu, Muji mendengar ada Yatim Mandiri dengan program bimbingan belajar Sanggar GENIUS. Akhirnya, Bu Muji datang ke kantor Yatim Mandiri Ponorogo untuk mendaftarkan putrinya Iswa untuk bisa mengikuti bimbingan belajar. Kemudian Iswa disarankan untuk masuk sanggar terdekat, yaitu Sanggar Genius Tonatan.

Ramadhan 1438 H, Iswa bergabung masuk sanggar GENIUS Tonatan. Di sanggar Iswa bertemu dengan 16 teman yang mempunyai status sama yaitu yatim. Iswa sangat pendiam sehingga guru di Sanggar Genius harus aktif menemukan potensi diri Iswa. Sama seperti anak-anak sanggar yang lain, Iswa dibiasakan untuk mengikuti kompetisi-kompetisi baik itu dari internal Yatim Mandiri ataupun dari eksternal. 

Agustus 2017, Iswa mengikuti lomba Cerdas Cermat Islam yang diadakan oleh Yatim Mandiri Cabang Ponorogo.Ia lolos mengikuti babak final dan berhasil memperoleh juara 2 di tingkat Kabupaten Ponorogo. Di bulan Desember Iswa dan anak Sanggar Genius Tonatan mengikuti lomba KMNR (Kompetisi Matematika Nalar Realistik) tingkat kabupaten. Alhamdulillah ada 2 anak sanggar Tonatan lolos ke babak semifinal salah satunya adalah Iswa. 

Berawal dari paksaan, kebiasaan, dan motivasi serta bimbingan, Alhamdulillah sosok anak yang pendiam dan penurut ini mulai tumbuh kepercayaan dirinya. Bulan Maret 2018, Iswa kembali kompetisi bidang Matematika di ajang AIMO (Asia International Mathematical Olympiad). Alhamdulillah, Iswa lolos masuk nominasi untuk babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Thailand.

Namun Iswa tidak bisa ikut olimpiade matematika tingkat Asia tersebut. Sebab, olimpiade yang diselenggarakan oleh pihak swasta itu mewajibkan biaya akomodasi pergi ke Thailand sepenuhnya ditanggung peserta. “Sedih dan kecewa,” ucap Iswa yang dikenal pendiam itu.

Selain mengukir prestasi di berbagai kompetisi, Iswa juga berprestasi di sekolah. Ia memperoleh nilai yang sangat memuaskan, yaitu nilai Matematika 96, IPA 95,2 dan Bahasa Indonesia 93 pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Dengan nilai yang sangat memuaskan, Iswa lolos masuk SMP Negeri 1 Ponorogo. 

Saat ini, Iswa sedang mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional. Semua persiapan dibawah bimbingan Yatim Mandiri. Sebagai apresiasi dari Yatim Mandiri, Iswa menerima beasiswa yatim mandiri (BESTARI) di setiap bulannya untuk biaya pendidikan. 

Untuk mengasah kemapuan dan mengembangkan potensinya, Iswa belajar otodidak, dengan membaca buku dan latihan soal. Kepandaiannya dalam berhitung diawali dari pembelajaran yang diberikan oleh ibunya. Baginya, belajar saja tidak cukup. Doa tetaplah yang utama, terutama dari orang tua. “Terutama saat sedang ikut lomba, saya meminta doa kepada ibu,” pungkas gadis berhijab itu.(*)