Harisul Mu’minin - Mandiri Berkat Bisnis Online

Harisul Mu’minin - Mandiri Berkat Bisnis Online

Alumni MEC (Mandiri Entrepreneur Center) bernama lengkap Harisul Mu’minin, mulai mengawali bisnisnya dengan hanya bermodal uang Rp 1 Juta. Namun dengan modal segitu, sekarang bisnis onlinenya telah mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta. 

  Salah satu bisnis yang sedang tren saat ini dikalangan entrepreneur adalah bisnis online (online shop). Sesuai namanya, yakni berjualan via media online sebagai lapak bisnisnya. Termasuk salah satunya Harisul Mu’minin, atau akrab di sapa Haris.

  Sejak tahun 2014, Haris telah mulai berbisnis online. Saat itu dia berinisiatif berbisnis madu herbal secara online sebagai pekerjaan sampingan yang tak disengaja. “Dari kampus ada kegiatan kewiraushaan. Setiap mahasiswanya harus punya produk dan harus bisa memasarkannya. Dari situ saya tertarik dan mulai belajar menekuni bisnis online,” kata pemuda kelahiran Bojonegoro, 25 April 1993.

  Semangatnya untuk belajar bisnis online pun semakin tinggi, ketika pimpinan ditempatnya bekerja memberikan kesempatan kepadanya untuk mempelajari marketing online. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan. Nah, istilahnya “sambil menyelam minum air” ia pun memanfaatkan kesempatan ini untuk berjualan madu herbal miliknya.

  Sebagai modal awalnya, Haris membeli 10 botol madu herbal. Dan tak sampai sepekan, 10 botol tersebut laku terjual. Lalu, Haris memberanikan diri untuk membeli madu herbal dengan jumlah 2 kali lebih banyak dari yang pertama. Setelah itu, hanya dalam waktu 1 bulan, madu pun terjual habis. “Untuk beli madu saya ada modal Rp 1 Juta. Pada kulakan berikutnya saya mencari pinjaman uang sebesar Rp 1,5 Juta untuk kulakan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

  Untuk lebih meningkatkan dan mengoptimalkan bisnisnya, Haris kemudian memilih untuk berhenti dari tempatnya bekerja di tahun 2016. Kemudian ia belajar bisnis online secara privat kepada orang yang ahli marketing online. Selama 2 bulan, Haris mengikuti pelatihan bisnis online bersama salah satu pebisnis online ternama, Agus Piranha Emas. Dan selama itu pula, untuk sementara bisnis online madu herbalnya dihentikan.

  Dan setelah mengikuti pelatihan tersebut, bisnis onlinenya semakin berkembang. Bahkan, Haris sudah sanggup menjadi supplier madu herbal untuk wilayah Surabaya-Sidoarjo. Kini setiap bulannya ia bisa menjual 1 ton madu herbal. Dengan meraup keuntungan sekitar Rp 15 Juta sampai Rp 25 Juta. “Alhamdulillah bisnis online saya sukses,” ucapnya seraya bersyukur.

  Haris memang bertekad ingin mengubah nasib hidupnya. Dirinya sejak kecil bercita-cita menjadi pengusaha. Namun, saat usianya 13 tahun, sang ayah (Muslih) meninggal dunia. Lalu, selepas lulus dari SMKN Ndandar Bojonegoro, ia mendaftarkan diri untuk bisa kuliah gratis di MEC. Lantas Ia pun bersyukur berhasil diterima di MEC Jurusan Desain Grafis.

  Pada saat di MEC inilah, Haris mengenal kegiatan entrepreneur. Tidak hanya diajarkan cara berjualan. Tetepi juga di imbangi dengan mengelola manajemennya. “Saya bersyukur bisa menjadi salah satu bagian dari peserta didik MEC. Kini saya bisa mandiri dan meraih apa yang saya cita-citakan,” pungkasnya.(*)