Berbagi Kebahagiaan di Hari Lebaran

Berbagi Kebahagiaan di Hari Lebaran

Nilai hari lebaran dalam pandangan Islam bukanlah semata-mata rutinitas tahunan biasa. Lebaran menjadi sangat berarti, karena ia sejatinya berkaitan dengan ibadah-ibadah penting di dalam Islam. Hari lebaran dirayakan setelah kaum muslimin menunaikan ibadah shaum selama satu bulan penuh, rukun Islam keempat.
Berbahagia karena keutamaan dan karunia Allah adalah perintah Allah SWT dalam Al-Quran, “Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Bukti lain bahwa hari raya lebaran adalah hari kebahagiaan kaum muslimin adalah, pada setiap hari lebaran itu disyariatkan amal ibadah yang mengandung nilai sosial, disamping nilai ketaatan dan ketundukan kepada Allah sebagai tujuan utamanya.
Tujuannya adalah, agar secara merata seluruh kaum muslimin dapat merasakan kebahagiaan, termasuk orang-orang yang tidak berkecukupan. Pada hari lebaran disyariatkan zakat fithri, mengeluarkan harta dalam bentuk makanan kepada fakir miskin dengan ukuran yang telah ditentukan.
Rasulullah SAW bersabda, “Zakat fithri (berfungsi) untuk mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan buruk, dan untuk memberi makan kepada fakir miskin.” (HR. Abu Dawud)

 

download.