Bagaimana Zakat bagi Perusahaan?

Bagaimana Zakat bagi Perusahaan?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yth. Prof Faishal Haq. Saya ingin menanyakan mengenai zakat perusahaan. Pertanyaan saya adalah sebagai berikut:

1.  Bagaimanakah mekanisme atau apa yang dimaksud dengan zakat perusahaan itu?

2.  Bagaimana pula cara mengeluarkan zakat perusahaan itu?

3.  Siapa yang harus mengeluarkan zakat perusahaan itu?

4.  Berapa nishab dan kadar zakat yang harus dikeluarkan atau dibayarkan?

5.  Apakah pengeluaran berupa gaji karyawan yang diberikan oleh perusahaan itu bisa menentukan perusahaan itu sudah wajib atau sudah waktunya membayar zakat atau belum? Dengan lain ungkapan, apakah gaji karyawan yang dibayarkan oleh perusahaan itu bisa menentukan perusahaan itu sudah mencapai nishab atau belum?

Demikian pertanyaan saya Prof Faishal Haq. Saya mohon maaf jika pertanyaan saya dirasa terlalu banyak. Saya mohon penjelasannya. Terima kasih atas penjelasan yang diberikan.

Wassalam,

Saiful

Gresik.-

Jawaban Prof Faishal Haq

Al-Quran mewajibkan kepada seorang muslim yang mempunyai simpanan harta satu nisob atau lebih dan dikembangkan selama satu tahun maka ia harus menunaikan zakat 2,5 % sebagaimana firman Allah dalam surah at-Taubah (9) ayat 103 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Dan hadis Nabi menyatakan bahwa: “Tidak ada kewajibanmu yang terkait dengan emas sampaikamumemiliki 20 dinar. Jikasampai 20 dinar dan dimiliki selama 1 tahun, maka zakatnya setengah dinar atau seper empat puluh atau 2,5 %.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat pasal 1 ayat (5) menyatakan bahwa muzaki adalah seorang muslim atau badan usaha yang berkewajiban menunaikan zakat. Jadi sebuah perusahaan milik seorang muslim wajib menunaikan zakat dengan syarat modalnya telah mencapai 1 nisob atau lebih dan sudah dikembangkan selama 1 tahun, maka zakat perusahaan tersebut adalah 2,5 %.

Contoh: Waktu jatuh tempo perusahaan untuk mengeluarkan zakat, uang tunai yang ada sejumlah 800 juta rupiah, maka perusahaan harus mengeluarkan zakat tahun itu sejumlah 20 juta rupiah, yaitu 2,5 % nya.

Adapun yang wajib mengeluarkan zakat perusahaan adalah direktur perusahaan tersebut karena dialah yang bertanggungjawab atas perusahaan itu.

Nisob perusahaan sama dengan nisob perseorangan yaitu 85 gram emas. Jika 1 gram emas 400 ribu rupiah, maka nisobnya adalah 34 juta rupiah dan zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 % nya yaitu 850 ribu rupiah.

Gaji yang dikeluarkan untuk para karyawan tidak ada hubungannya dengan perusahaan itu sudah kena wajib zakat atau belum. Yang menjadi ukuran adalah berapa modal perusahaan itu. Jika sudah mencapai senisob, maka perusahaan harus menunaikan zakat setelah perusahaan itu mengembangkan usahanya selama 1 tahun.