BAGAIMANA CARA NIAT DALAM BERZAKAT?

BAGAIMANA CARA NIAT DALAM BERZAKAT?

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yth. Prof Faishal Haq. Saya ingin bertanya mengenai niat zakat. Pertanyaan saya adalah:

1.  Niat zakat itu terdapat di hadis apa, Prof? Bagaimana bunyi dan terjemahnya?

2.  Apakah niat zakat profesi itu sama dengan niat zakat maal, Prof?

Demikian pertanyaan saya, dan atas jawaban Prof Faishal Haq saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wassalam,

Mas Haris.-

Jawaban Prof Faishal Haq

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Mas Haris yang saya hormati, semua perbuatan itu tergantung pada niatnya atau tujuannya, sebagaimana sabda Nabi saw: “Sesungguhnya perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan memperoleh balasan sesuai dengan niatnya ...” (HR al-Bukhari dari shahabat Umar bin al-Khattab).

Al-Qur’an juga menyatakan: “... Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.

Istilah Zakat Profesi baru dikenal pada tahun-tahun belakangan ini, setelah sebagian mufassir menafsiri ayat 267 surah al-Baqarah (2): “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik ...”. Kata “nafkahkanlah” ditafsiri dengan “zakatilah”. “Dari hasil usahamu yang baik-baik” ditafsiri dengan “profesimu”, sehingga akhirnya dikenal dengan istilah “zakat profesi”.

Zakat Profesi sama dengan zakat maal. Ukuran dan persyaratannya sama dengan zakat emas simpanan, yaitu sekitar 85 gram. Jika harga satu gram emas lima ratus ribu rupiah, maka nisobnya adalah empat puluh dua juta lima ratus ribu rupiah (Rp. 42.500.000,-)

Apabila seseorang mempunyai gaji bulanan tiga juta lima ratus lima puluh ribu rupiah (Rp. 3.550.000,-) harus mengeluarkan zakat profesinya seratus delapan puluh ribu rupiah (Rp. 180.000,-) atau 5 % nya.

Untuk niatnya, sebagian fuqaha’ menyatakan: “Nawaitu an uaddiya zakata maalii fardlon lillahi ta’ala” yang artinya: “Saya mau mengeluarkan zakat profesi saya (maal saya) fardlu karena Allah Ta’ala”.