Aqiqah dengan Sapi atau Kerbau

Aqiqah dengan Sapi atau Kerbau

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Yang terhormat Prof Faishal Haq, saya ingin bertanya mengenai kebolehan aqiqah dengan sapi atau kerbau. Ceritanya begini, Prof. Ada seseorang yang mempunyai 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Semuanya belum diaqiqahi. Alhamdulillah suatu saat, sang ayah mempunyai rezeki berupa uang yang cukup untuk mengaqiqahi anak-anaknya tersebut. Jadi, kalau menurut ketentuan aqiqah, satu anak laki-laki diaqiqahi dua ekor kambing sehingga ada 4 ekor kambing dan satu anak perempuan diaqiqahi 1 ekor kambing sehingga ada 3 ekor kambing. Jadi, semuanya ada 7 ekor kambing. Hanya saja, Prof, sang ayah tidak mengaqiqahi anak-anaknya itu dengan kambing melainkan dengan satu ekor sapi atau satu ekor kerbau.

Nah, pertanyaan saya: Apakah boleh aqiqah dengan sapi atau kerbau untuk 7 orang anak seperti itu, Prof?

Demikian pertanyaan saya Prof, semoga jawaban atau penjelasan Prof Faishal Haq mengenai hal ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dan kami bisa mengamalkan. Terima kasih.

Wassalam,

Sohib

Kudus.-

Jawaban Prof Faishal Haq

Wa’alaikumussalam Wr. Wb. Bapak Sohib di kota Kudus yang saya hormati, pada dasarnya aqiqah itu dengan kambing, disembelih pada hari ketujuh dari kelahiran, potong rambut dan diberi nama, sesuai dengan sabda Nabi: “Setiap bayi lahir akan menjadi tanggungan/jaminan sampai dengan dilaksanakan aqiqahnya, binatang itu disembelih pada hari ketujuh, dipotong rambutnya dan diberi nama” (HR. Abu Dawud dari Samurah).

Allah menyatakan dalam surah al-Hasyr (59): 7 : “…Apa yang diberikan/diperintahkan Rasul pada kalian semua, maka lakukanlah dan apa yang ia larang tinggalkanlah…”, di antara anjuran/perintah Rasul adalah melaksanakan aqiqah. Ketika seseorang mempunyai putra-putri lima orang, dua laki-laki dan tiga perempuan, jika akan diaqiqahi secara bersama-sama, maka dua anak laki-laki empat ekor kambing sedangkan tiga anak perempuan tiga ekor kambing, sehingga jumlahnya menjadi tujuh ekor kambing.

Bagaimana jika tujuh ekor kambing dijadikan satu, yaitu menyembelih seekor sapi atau seekor kerbau? Dalam hal ini, sebagian fuqaha’ menyatakan tidak boleh, karena aqiqah itu harus berupa kambing, berdasarkan hadis Nabi: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing, untuk anak perempuan seekor kambing” (Hadis dari Ummi Kurzin al-Ka’biyyah). Tetapi boleh juga untuk anak laki-laki seekor kambing berdasarkan hadis yang menyatakan bahwa Nabi mengaqiqahi Hasan dengan seekor domba dan Husen dengan seekor domba (Hadis riwayat Abu Dawud).

Menurut sebagian fuqaha’ boleh, karena nilai tujuh ekor kambing itu sama dengan seekor sapi/kerbau. Mereka menyamakan aqiqah ini dengan kurban, sedangkan dalam pelaksanaan kurban seekor sapi untuk tujuh orang, sebagaimana hadis Nabi yang disampaikan oleh shahabat Jabir: “Kami menyembelih kurban di Hudaibiyah bersama Nabi, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang” (HR Muslim).

Dalam Kaidah Hukum Islam dinyatakan: “Taghayyurul ahkam bi taghayyuril azminati wal amkinati wal ahwal”, “Perubahan hukum bisa terjadi karena perubahan waktu, tempat atau keadaan”, dengan kaidah ini sebagian fuqaha’menyatakan boleh mengaqiqahi putra-putrinya yang berjumlah 5 orang (2 laki-laki dan 3 perempuan) dengan seekor sapi atau seekor kerbau agar mudah pelaksanaannya.