Amalan Menyambut Ramadhan

Amalan Menyambut Ramadhan

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

  Ustad Abdurrahman Navis yang saya hormati, Alhamdulillah, tak terasa bulan Ramadhan telah dekat. Tepat di pengujung bulan ini, jika Allah memberikan umur panjang kita akan melakukan ibadah di bulan Ramadhan tersebut.

Saya mengajukan pertanyaan terkait menyambut bulan Ramadhan, yakni :

1.  Adakah doa untuk menyambut Ramadhan?

2.  Amalan apa saja yang sebaiknya dikerjakan untuk menyambut bulan Ramadhan?

  Demikian pertanyaan yang saya sampaikan. Atas penjelasan dan bimbingannya, saya mengucapkan berterima kasih.

Bagus Setiawan

Surabaya

Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarkatuh.

  Pak Bagus Setiawan yang saya hormati. Ya memang dengan datangnya bulan Ramadhan, harus kita merasa senang dan bersiap-siap untuk menyambutnya. Semoga kita dapat sampai dibulan Ramadlan dan dapat melaksanakan dengan khusyuk dan sempurna, serta diterima oleh Allah SWT.

Baiklah pengasuh jawab pertanyaan Anda:

1.  Secara khusus pengasuh tidak menemukan doa khusus menyambut Ramadhan, tapi ada hadis riwayat Imam Ahmad doa untuk menyambut ramadhan yang dimulai sejak bulan rajab sebagaimana berikut:

“Alloohumma baariklanaa fii Rojaba wa Sya'ban, waballighnaa Romadhon”

Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

Begitu juga Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut Ramadhan. Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl (ulama tabi’ tabiin) yang mengatakan, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Satu harapan yang luar biasa. Karena mereka menilai, Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Sehingga mereka tidak akan menjadikannya kesempatan yang sia-sia.

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir (seorang ulama tabi’in), bahwa beliau mengatakan, diantara doa sebagian sahabat ketika datang Ramadhan, “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Kedua, ada satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika masuk Ramadhan. Doa itu adalah doa melihat hilal. Akan tetapi sejatinya doa ini adalah doa umum, berlaku untuk semua awal bulan, ketika seseorang melihat hilal dan tidak khusus untuk bulan ramadhan.

Teks doa itu, “Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad)

2.  Secara  khusus pengasuh tidak menemukan riwayat amalan khusus menyambut bulan ramadlan, tapi bisa mengamalkan segala amal shaleh yang dianjurkan Nabi secara umum, tanpa terikat waktu. Seperti membersihkan hati, belajar hukum puasa, bersedekah, bersilaturrahim, ziarah kubur orang tua dan semacamya. Karena semua itu boleh dikerjakan kapan saja. Termasuk menjelang bulan Ramadhan dan termasuk bekal takwa. Allah menyatakan di dalam firmanNya, “…..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)

 

  Pak Bagus Setiawan, semoga kita dapat menemui Ramadhan dengan sehat wal afiat dan dapat melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan sempurna. Aamiin.(*)