Abdul Haris Nasution - Punya Bisnis Properti, Ingin Jadi Pengusaha Sukses

Abdul Haris Nasution - Punya Bisnis Properti, Ingin Jadi Pengusaha Sukses

(Alumni MEC Angkatan IX) - Cita-cita awal Abdul Haris Nasution adalah ingin menjadi seorang pengusaha. Hal itu ia ungkapkan saat pertama kali dirinya mengikuti Masa Orientasi Peserta didik Baru (MOPB) di Kampus Mandiri Entrepreneur Center (MEC). Dan keinginannya kini sudah berada ditengah jalan menuju cita-citanya. Sekarang ia telah menjadi pengusaha di bidang properti di wilayah Pacet, Mojokerto.

  Haris, sapaan akrab untuk dirinya. Sejak umur 4 tahun dirinya telah menjadi yatim. Sang ayah (Rachmad Turmudzi) meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan. Lima tahun berselang, sang ibu (Nasripah) tercinta harus pergi meninggalkan dirinya setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya. “Setelah bapak dan ibu tiada, saya diasuh oleh kakak saya,” ungkapnya.

  Tinggal bersama kakaknya, Haris mulai sedikit demi sedikit belajar mandiri. Saat memasuki jenjang pendidikan SMP dan SMA, ia bertekad untuk mandiri. Untuk biaya pendidikannya, Haris memilih mencari beasiswa dari sekolah. Dan selepas menyelesaikan pendidikan SMA, ia ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Saat itu dia mencoba mendaftarkan diri di salah satu kampus di kota Malang. Namun, sayang keinginannya tersebut belum terwujud. Kemudian, melalui saudaranya yang berada di Tulungagung, Haris mendapatkan informasi perkuliahan gratis di MEC Surabaya.

  Tanpa ragu, Haris pun mendaftar ke MEC. Dirinya bersama saudara sepupunya menuju ke Surabaya untuk mengikuti seleksi. “Alhamdulillah, saya diterima di Jurusan Managemen Zakat,” kata pemuda kelahiran Tulungagung, 25 Agustus 1993.

  Salah satu ketertarikan Haris saat belajar di MEC adalah adanya pelajaran entrepreneur. Setiap Sabtu dan Ahad, dirinya bersama peserta didik lainnya berentrepreneur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uang hasil entrepreneur sebagian ditabung. Sebagian lagi saya buat modal jualan kopi, makanan ringan di asrama,” jelasnya.

Awal Mula Berbisnis

  Pengalaman belajar manajemen zakat juga sangat berarti didalam kehidupannya. Ilmu-ilmu marketing yang disampaikan saat di MEC, kini ia terapkan. Awal kariernya dimulai dari dunia marketing properti. “Awalnya keliling menawarkan tanah kaveling di Mojokerto. Sambil belajar pola bisnis properti,” terangnya.

  Setahun berjalan sebagai marketing properti, Haris mencoba merintis sendiri bisnis properti. Dengan modal pinjaman uang sebesar Rp 75 Juta untuk membeli tanah didaerah Pacet. Bekerja sama dengan dua orang temannya untuk menjalankan bisnis propertinya. “Alhamdulillah dari 29 unit kaveling, sekarang tinggal sisa 4 dan sekarang sedang mulai pengerjaan fasilitasnya,” tuturnya.

  Dan hasilnya, Haris bisa melunasi pinjaman modal sebelum waktu jatuh tempo. Selain itu, ia juga masih menerima keuntungan sebesar 10% dan diputar kembali untuk modal kerja.

  Kini Haris akan mengembangkan bisnisnya lagi. Dirinya berharap, dengan berjibaku di dunia properti, ia bisa meraih impiannya menjadi seorang pengusaha. “Dulu saat ditanya tentang cita-cita, saya selalu menjawab ingin menjadi seorang pengusaha. Tanpa saya tahu pengusaha apa. Tapi sekarang, saya bertekad ingin mewujudkan cita-cita saya sebagai pengusaha properti yang sukses,” harapnya.(*)